Jumat, April 27, 2012

Monster vs Ultraman

Gue pikir anak balita itu menyebalkan. Kenapa? Selaen punya jurus nangis-dan-ngadu-ke-mama, anak kecil juga kadang bikin sebel. Masih mending kalo sebel gara-gara tingkahnya yang nggak kalah sarap ama monyet kesurupan. Anak kecil yang satu ini punya kesebelan tingkat akut. Dan penyakit menularnya itu, akan muncul kalo ada yang ngasih penjelasan nggak jelas. Jurusnya adalah "Gimana kalo".

Kadang penyakit ini muncul gara-gara ulah orang yang menjelaskan. Contohnya, ada anak kecil tanya ke ayahnya: "Yah, orang hamil itu gimana sih?" kemudian si ayah menjawab "Hmm... Hamil itu, ntar perutnya gede, trus ada isinya.". Trus si anak tanya lagi, "Emang isinya apa yah?". "Isinya adek bayi." jawab ayahnya.

Dan tiba-tiba dari otak anak liar itu muncul suatu pertanyaan yang akan membuatnya terjangkit penyakit gimana-kalo. "Gimana kalo ntar isinya malah monster?" dia tanya pake muka melongo nggak tau apa-apa.

"Nggak mungkin lah," jawab ayahnya. "Gimana kalo mungkin?" si anak nggak mau kalah. "Nggak mungkin." si ayah kini jadi dongkol. "Kalo mungkin gimana yah?" si anak masih meksa tanya. "Nggak mungkin!!" akhirnya si ayah marah.

Dan jurus berikutnya yang dikeluarin adalah menangis no jutsu. "Mama.... Ayah jahat! Ayah marah-marah ama aku.. Huhuhuuuu..." kata anak itu sambil pergi ke mamanya. Dan mala petaka pun terjadi. "Papa ini gimana sih? masa anaknya tanya malah dimarahin?" bentak si mama. "Lho, dia sih bikin ayah jengkel." bela si ayah.

"Dia kan masih kecil yah, masih anak-anak. Ya wajar dong." kata si mama. "Yauda deh, mama aja yang ngurus," kata si ayah. Mungkin si ayah ini mendapat 2 keberuntungan: selamat dari pertanyaan mematikan si anak dan menjerumuskan istrinya ke neraka jahanam.

"Kamu mau tanya apa sayang?" tanya si mama kepada anak jahanam itu. "Mama, kalo orang hamil itu emang perutnya gede?" tanya si anak. "Oohh... Iya, nanti di dalemnya ada adek bayinya. Lucu lho." si mama menjelaskan. Dan penyakitnya kumat, "Mama, gimana kalo ntar yang keluar malah monster jahat?" tanya si anak jahanam itu. "Ya nggak mungkin lah sayang, kan adek bayi itu baek." jelas mamanya. "Gimana kalo ntar jadi jahat?" tanyanya lagi. "Kan mama udah bilang, nggak mungkin." sepertinya si mama udah rada ngerti apa maksud suaminya.

"Tapi ma, kan bisa aja ntar si bayi berubah kayak monster yang ada di Ultraman itu." kata si anak. "Nggak mungkin sayang. Bayi kan manusia, bukan monster." jelas mamanya. "Hmm... Yauda deh" akhirnya dia nyerah. Si mama sangat lega akhirnya dia nggak jadi masuk neraka jahanam.

Tapi kemudian dia tanya lagi, "Tap ma, Gimana kalo ternyata bayinya bukan manusia?". Kayaknya di dalem hati si mama lagi ngeruk-ngeruk tanah bikin liang kubur bareng suaminya. "Kan mama udah bilang, nggak mungkin. Kamu kok ngotot banget seh?" akhirnya si mama ngeluarin jurus emosinya. Dan perlahan tapi pasti, si anak mulai menangis.

....

Anak-anak emang bikin orang jengkel. Nggak cuma biki orang stress gara-gara pertanyaan mematikan itu, tapi dia masih maksa biar orang yang ditanya itu jawab! "Ma..... Ayo jawab.... Kalo nggak jawab nanti aku jadi monster lho!" katanya sambil menangis. Mungkin mamanya mikir, "Nggak papa kamu jadi monster. Asal nggak bikin otak orang sekarat."

Mungkin ini bisa disebut pembalasan dendam Anak Roro Ngalor. Yang semasa hidupnya suka tanya-tanya tapi nggak pernah dijawab. Dan akhirnya jadi arwah mematikan yang merasuki anak-anak tak berdosa dengan muka ceria, yang membuat orang tuanya jadi terkapar tak berdaya.

Untungnya gue inget saran yang dikasih seseorang kalo ketemu monster dengan spesies tersebut. Sarannya adalah, pura-pura mati. Mungkin ini bakal ampuh buat ngelawan, tapi bisa aja si monster jadi makin mengganas. Mungkin presentase keberhasilannya nggak sampe 1%.

Anak-anak emang mengerikan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar